Seperti dilansir IRIB, dia menambahkan, "Tahun lalu kami berada di satu tahap produksinya, akan tetapi tahun ini kami berada di tingkat yang sudah memasuki tahap deteksi ancaman, produksi seluruh komponennya dengan bantuan sektor industri dan universitas, serta telah memasuki tahap perampungan."
Ditambahkannya bahwa sistem tersebut lebih maju dibanding sistem S-300 produksi Rusia. "Kami tidak menemukan masalah dalam sistem radar, identifikasi dan penguncian, yang semuanya telah dirampungkan dan dan dalam tahap penyempurnaan."
Menurutnya, produksi sistem anti-rudal tersebut melalui proses yang sangat rumit dan proses identifikasi dan penghancuran target memerlukan kesabaran, ketelitian, dan keahlian tinggi.
Menyinggung penolakan Rusia menyerahkan sistem anti-rudal S-300 kepada Iran, Esmaili mengatakan, "Sejak saat itu pula, kami memulai produksi sistem anti-rudal yang menyerupai S-300."
sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar